Pernikahan atau perkawinan, menyingkap tabir rahasia. Calon istri yang akan kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah, tidaklah setaqwa Aisyah, pun tidak setabah Fatimah.
Justru calon istrimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi sholehah.
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama. Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya. Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya. Istri kiasan ternakan , kamu gembalanya. Istri adalah murid, kamu mursyidnya. Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.
Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya. Seketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya. Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.
rima khumaira
personal
Friday, 27 November 2015
Thursday, 29 October 2015
Ayah, Ibu...please dn't get old
Tak terasa sudah hampir sebulan saya berada di tanah air. Tidak mudah untuk memutuskan pulang terus dan tidak bekerja di hk lagi. Melepaskan semua keindahan,kenyamanan dan semua fasilitas yang ku dapatkan selama bekerja di sana.
Ada kenyamanan tersendiri setelah berkumpul bersama keluarga. Walau memang sangat jauh kondisinya tidak seperti di hk. Di sini, saya kembali harus prihatin dengan keadaan keluarga,lingkungan dan semua yang berada di sekitar saya.
Ibu, tak terasa wajahnya sudah mulai keriput. Tatapannya kini mulai sayu. Rambutnya sudh sebagian berwarna putih, Namun ia tetap sigap memasakkan makanan tuk anaknya yang telah lama merantau ini. Her house work never stop, ada saja yang slalu dilakukannya.
Ayah, walau rambutnya belum memutih, namun jauh di lubuk hatinya ku temukan kelelahan yang teramat sangat. Masih teringat bagaimana ia bekerja keras tuk menghidupi keluarga. Kaki jadi kepala,kepala jadi kaki. Tak kenal lelah.
Bagaimana ia mendidik anak-anaknya sehingga seperti sekarang ini.
Siang tadi ibu bercerita tentang tetangga yang orangtuanya sudah sepuh. Anak-anaknya berhasil,jadi orang kaya tapi orangtuanya terlantar tidak terurus lantaran sang anak pagi sibuk bekerja,pulang larut malam. Tinggalah sang orangtua dengan menantu yang cuek dan acuh, sampai-sampai kadang kelaparan karena sungkan dengan sang mantu.
Anaknya tentu tidak tahu akan hal itu, karena dipikir semua usahanya selama ini untuk orangtuanya juga.
"Neng rima, nanti kalau ayah ibu sudah sepuh, kalau punya makanan atau apapun, sediakan langsung, jangan hanya sekadar menawarkan. Namanya orangtua ya sungkan,apalgi jika hidup bersama menantu. Masalah nanti dimakan atau tidak ya biarin urusan nanti. Kalau misal masak ikan atau daging, ada tulangnya,pisahin,pilihin. Namanya orangtua makan juga gak banyak, jangan cuma sekadar bilang "mau makan sono nyendok ambil sendiri". Jangan gitu,tapi ladenin. Kalo udah sepuh paling idupnya gak lama."
I wouldn't like that mom, tak teras aku berlinang airmata dengar cerita ibu. Smoga kita slalu bisa menjadi anak yang berbakti walau sampai mereka sudah tiada nanti.
Rasanya tidak rela melihat mereka menua, karena walau kami sudah berkeluarga, bagi mereka kami tetap anak-anak mereka yang dulu suka ngompol, nangis dan masih selalu terus membutuhkan mereka.
If i can stop the time, ayah...ibu...please dn't get old.
Ada kenyamanan tersendiri setelah berkumpul bersama keluarga. Walau memang sangat jauh kondisinya tidak seperti di hk. Di sini, saya kembali harus prihatin dengan keadaan keluarga,lingkungan dan semua yang berada di sekitar saya.
Ibu, tak terasa wajahnya sudah mulai keriput. Tatapannya kini mulai sayu. Rambutnya sudh sebagian berwarna putih, Namun ia tetap sigap memasakkan makanan tuk anaknya yang telah lama merantau ini. Her house work never stop, ada saja yang slalu dilakukannya.
Ayah, walau rambutnya belum memutih, namun jauh di lubuk hatinya ku temukan kelelahan yang teramat sangat. Masih teringat bagaimana ia bekerja keras tuk menghidupi keluarga. Kaki jadi kepala,kepala jadi kaki. Tak kenal lelah.
Bagaimana ia mendidik anak-anaknya sehingga seperti sekarang ini.
Siang tadi ibu bercerita tentang tetangga yang orangtuanya sudah sepuh. Anak-anaknya berhasil,jadi orang kaya tapi orangtuanya terlantar tidak terurus lantaran sang anak pagi sibuk bekerja,pulang larut malam. Tinggalah sang orangtua dengan menantu yang cuek dan acuh, sampai-sampai kadang kelaparan karena sungkan dengan sang mantu.
Anaknya tentu tidak tahu akan hal itu, karena dipikir semua usahanya selama ini untuk orangtuanya juga.
"Neng rima, nanti kalau ayah ibu sudah sepuh, kalau punya makanan atau apapun, sediakan langsung, jangan hanya sekadar menawarkan. Namanya orangtua ya sungkan,apalgi jika hidup bersama menantu. Masalah nanti dimakan atau tidak ya biarin urusan nanti. Kalau misal masak ikan atau daging, ada tulangnya,pisahin,pilihin. Namanya orangtua makan juga gak banyak, jangan cuma sekadar bilang "mau makan sono nyendok ambil sendiri". Jangan gitu,tapi ladenin. Kalo udah sepuh paling idupnya gak lama."
I wouldn't like that mom, tak teras aku berlinang airmata dengar cerita ibu. Smoga kita slalu bisa menjadi anak yang berbakti walau sampai mereka sudah tiada nanti.
Rasanya tidak rela melihat mereka menua, karena walau kami sudah berkeluarga, bagi mereka kami tetap anak-anak mereka yang dulu suka ngompol, nangis dan masih selalu terus membutuhkan mereka.
If i can stop the time, ayah...ibu...please dn't get old.
Friday, 5 September 2014
Bahagiakan Mereka
Senang sekali bisa melihat ayah dan ibu tertawa penuh ceria, bisa memberikan apa yang mereka butuhkan, bahkan sebelum mereka memintapun aku slalu ingin memenuhinya, memberikan kepada keduanya yang terbaik."Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo"Ya Tuhan ku ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka telah mendidik aku waktu kecil.
Semua yang kita lakukan untuk orangtua, takan bisa menggantikan apa yang telah mereka berikan untuk anak-anaknya. Terimakasih ibu, ayah...karena doa-doa kalian selalu mengiringi perjalanan anakmu ini untuk selalu istiqomah di jalan-Nya. Karena doa kalian neng bisa melewati semuanya dengan baik. Karena doa-doa kalian adalah kekuatanku tuk lalui perjalanan yang penuh liku dan berduri ini.Ibu wanita yang tangguh, Ayah yang penyabar. Kalian telah mengajarkanku dengan cinta kalian bagaimana mengenal Tuhan dengan baik. Kalian tanamkan keimanan sehingga walau dimanapun aku berada, aku mempunyai pijakan tuk berdiri, mempunyai tempat tuk mengadu.
Masih teringat ketika dulu ayah kesal dengan kemalasanku, Ibu khawatir dengan pergaulanku. Tapi kini, di sini jauh dari kalian membuatku berusaha menjaga diriku sebaik mungkin. Aku ingin menjadi sholehahmu yah...bu...seperti doa-doa yang kalian panjatkan untukku selalu.Membahagiakan mereka, bukan hanya sekedar dengan mengirimkan pundi-pundi dollar setiap bulannya. Namun lebih dari itu, kita harus menjaga amanah yang mereka berikan, menjalankan fungsinya sebagai seorang anak dengan mendoakan keduanya dan berkelakuan baik sesuai perintah agama. Sehingga mereka tidak khawatir dimanapun,apapun dan kapanpun karena hati terpaut cinta karena Allah.Semoga neng slalu menjadi anak yang berbakti dan bisa membahagiakan kalian dunia dan akherat. Smoga kita bisa tetap berkumpul di Jannah-Nya kelak.Semua yang kita lakukan untuk orangtua, takan bisa menggantikan apa yang telah mereka berikan untuk anak-anaknya. Terimakasih ibu, ayah...karena doa-doa kalian selalu mengiringi perjalanan anakmu ini untuk selalu istiqomah di jalan-Nya. Karena doa kalian neng bisa melewati semuanya dengan baik. Karena doa-doa kalian adalah kekuatanku tuk lalui perjalanan yang penuh liku dan berduri ini.Ibu wanita yang tangguh, Ayah yang penyabar. Kalian telah mengajarkanku dengan cinta kalian bagaimana mengenal Tuhan dengan baik. Kalian tanamkan keimanan sehingga walau dimanapun aku berada, aku mempunyai pijakan tuk berdiri, mempunyai tempat tuk mengadu.
Kowloon-HK
Tuesday, 2 September 2014
PMS : Iman Kunci Segalanya
Peggy Melati Sukma, siapa yang tak kenal dengan aktris multitalenta dengan jargon "pusiiing" nya ini. Alhamdulillah bisa berkesempatan manggung bareng teh Peggy. Kesan awal bertemu, orangnya cantik,ramah, pintar, berwawasan luas, profesional, hampir mendekati sempurna.
Ia juga seorang pebisnis, penulis, aktris, sosialita dan sederet karya serta banyak penghargaan yang ia raih.
Jadi teringat sebuah lirik nasyid "punya anak sudah cantik juga sholeh, prestasinya oke..." Subhanallah, bahagia sekali yang menjadi orangtuanya.
Banyak pelajaran yang bisa diambil, baik ketika pertemuan pertama kami maupun ketika satu panggung bersamanya. Kebetulan waktu itu saya menjadi MC acara halal bi halal yang dihelat Dompet Dhuafa HK (3/8) di Dance Cafe Fortress Hill,
Jadi banyak tahu bagaimana persiapan sebelum action on the stage, biar terasa emosi dan hidup acara tersebut. Jadi tidak sekadar berbicara di depan audience.
Peggy yang sekarang berbeda sekali dengan penampilan sebelumnya, beberapa tahun silam ketika pertama aku mengenalnya lewat layar kaca. Kini ia begitu anggun dengan hijabnya, banyak perubahan positif yang ia lakukan, bahkan kini ia aktif syiar islam. Semoga istiqomah ya teh.
Kisah hidupnya yang dulu suram, ia jadikan pelajaran supaya yang lain jangan sampai seperti dirinya.
Cobaan yang datang silih berganti, membuat ia kembali menemukan Allah. Ia bercerita tentang hidupnya sebelum menjadi artis hingga terkenal dan bisnis-bisnisnya yang sukses, hingga akhirnya teguran kasih sayang Allah menyapanya.
Teh Peggy berpesan bahwa begitu pentingnya iman, karena ia merupakan kondisi dasar, iman kunci segalanya. Bagi yang penasaran kisah selanjutnya bisa baca bukunya "Ku Jemput Engkau di Sepertiga Malam".
Ia juga seorang pebisnis, penulis, aktris, sosialita dan sederet karya serta banyak penghargaan yang ia raih.
Jadi teringat sebuah lirik nasyid "punya anak sudah cantik juga sholeh, prestasinya oke..." Subhanallah, bahagia sekali yang menjadi orangtuanya.
Banyak pelajaran yang bisa diambil, baik ketika pertemuan pertama kami maupun ketika satu panggung bersamanya. Kebetulan waktu itu saya menjadi MC acara halal bi halal yang dihelat Dompet Dhuafa HK (3/8) di Dance Cafe Fortress Hill,
Jadi banyak tahu bagaimana persiapan sebelum action on the stage, biar terasa emosi dan hidup acara tersebut. Jadi tidak sekadar berbicara di depan audience.
Peggy yang sekarang berbeda sekali dengan penampilan sebelumnya, beberapa tahun silam ketika pertama aku mengenalnya lewat layar kaca. Kini ia begitu anggun dengan hijabnya, banyak perubahan positif yang ia lakukan, bahkan kini ia aktif syiar islam. Semoga istiqomah ya teh.
Kisah hidupnya yang dulu suram, ia jadikan pelajaran supaya yang lain jangan sampai seperti dirinya.
Cobaan yang datang silih berganti, membuat ia kembali menemukan Allah. Ia bercerita tentang hidupnya sebelum menjadi artis hingga terkenal dan bisnis-bisnisnya yang sukses, hingga akhirnya teguran kasih sayang Allah menyapanya.
Teh Peggy berpesan bahwa begitu pentingnya iman, karena ia merupakan kondisi dasar, iman kunci segalanya. Bagi yang penasaran kisah selanjutnya bisa baca bukunya "Ku Jemput Engkau di Sepertiga Malam".
Saturday, 14 June 2014
Jalan-Jalan ke Wetland Park
Hong Kong Wetland Park adalah tempat konservasi, pendidikan dan fasilitas pariwisata yang terletak di bagian utara dari Tin Shui Wai di Yuen Long. Merupakan daerah mitigasi ekologis untuk lahan basah.
Disana ada galery pameran, teater, toko souvenir, area bermain indoor (adventure rawa) dan pusat sumber daya.
Menghabiskan waktu liburan (1/5) bersama sahabat terinta -Adis dan Mak Eva, terasa menyenangkan. Bawa bekal seadanya, menikmati suasana sambil bercerita tentang masa depan dan cita-cita.Mudah untuk menuju lokasi, anda bisa naik kereta turun di Hung Hom station, lalu interchange menuju Tin Shui Wai. Darisana sambung naik MTR Light Rail No. 705, sekitar 5 menit dari light rail menuju lokasi.
Tiket untuk masuk per orang hanya $30, jika rombongan minimal 10 orang/grup, maka akan mendapatkan diskon.
Selamat menikmati pemandangan plus belajar tentang ekologi sistem, cocok juga untuk keluarga dan membawa anak-anak ke tempat ini, karena mereka bisa belajar banyak hal dan bermain sepuasnya. :)
Monday, 28 October 2013
Orientasi Siswa dan Belajar Akselerasi Tafsir Qurán bersama DDHK
Minggu adalah hari liburku, seperti biasa aku menjalankan tugas sebagai volunteer reporter DDHK News (www.ddhongkong.org). Ahad (27/10) sekitar pukul 08.00 berangkat dari rumah langsung menuju Masjid Wanchai untuk mengikuti program kelas bahasa arab sebelum memulai aktivitas liputanku.
Guru kelas bahasa arab belum bisa hadir dan penggantinya pun sedang ziarah ke Guang Zhou. Namun kelas tetap berjalan seperti biasanya dan diisi dengan kelas hafalan al qurán.
Sekitar pukul 10.30 aku menuju markas Migrant Institute Dompet Dhuafa Hong Kong (MI DDHK) di Heaven Street Causewaybay untuk meliput kegiatan "Orientasi Siswa Baru kelas Menjahit Angkatan 26".
Setiba disana, acara telah dimulai dengan sambutan oleh Pjs GM DDHK, Ustadz Muhammad Faris Afif.
Aku mengambil duduk paling belakang agar bisa mengambil foto dokumentasi dengan leluasa.
Suasana orientasi begitu akrab penuh kekeluargaan, tampak dari wajah-wajah peserta yang begitu antusias mengikuti acara. Mereka saling memberikan motivasi dan semangat serta harapan dengan mengikuti program menjahit ini, agar bisa mandiri kelak di tanah air. bahkan wanti (Koordinator acara dan Guru menjahit) ini mengatakan bahwa teman-teman BMI bisa melebihi designer kondang seperti Anna Avanty atau bahkan Ivan Gunawan.
Acara selesai sekitar pukul 13.30, sebelum meninggalkan lokasi saya sedikit berbincang dengan mba wanti terkait kegiatan tersebut serta obrolan ringan lainnya. Tak lupa sholat dzuhur dan makan siang bersama mereka, lalu menuju lapangan Victoria Park, bergabung dengan mujahidah-mujahidah DDHK lainnya untuk mengikuti program Akselerasi Tafsir Al qurán Aplikatif bersama Ustadz Nur Fuad, persembahan dari LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qurán) DDHK.
Tiba di lokasi lapangan, tak kalah menariknya. Karena selain belajar di tempat terbuka dimana menjadi pusat perhatian teman-teman sekeliling, juga kami diajarkan bagaimana belajar menghapal al qur an beserta arti dan tafsirnya dengan mudah dan cepat.
Namun saya tidak bisa mengikuti acara sampai selesai karena pukul 16.00 harus tiba di kantor DDHK untuk rapat kepala divisi.
Alhamdulillah, walau jauh di rantau tapi masih bisa bersilaturahim dengan teman-teman lainnya, bertalabul ilmi, menghadiri majelis ilmu, dan tentunya memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar bermanfaat tuk dunia akherat, Lillah, Billah dan Fillah nya insya Allah selalu dijaga.
Guru kelas bahasa arab belum bisa hadir dan penggantinya pun sedang ziarah ke Guang Zhou. Namun kelas tetap berjalan seperti biasanya dan diisi dengan kelas hafalan al qurán.
Sekitar pukul 10.30 aku menuju markas Migrant Institute Dompet Dhuafa Hong Kong (MI DDHK) di Heaven Street Causewaybay untuk meliput kegiatan "Orientasi Siswa Baru kelas Menjahit Angkatan 26".
Setiba disana, acara telah dimulai dengan sambutan oleh Pjs GM DDHK, Ustadz Muhammad Faris Afif.
Aku mengambil duduk paling belakang agar bisa mengambil foto dokumentasi dengan leluasa.
Suasana orientasi begitu akrab penuh kekeluargaan, tampak dari wajah-wajah peserta yang begitu antusias mengikuti acara. Mereka saling memberikan motivasi dan semangat serta harapan dengan mengikuti program menjahit ini, agar bisa mandiri kelak di tanah air. bahkan wanti (Koordinator acara dan Guru menjahit) ini mengatakan bahwa teman-teman BMI bisa melebihi designer kondang seperti Anna Avanty atau bahkan Ivan Gunawan.
Acara selesai sekitar pukul 13.30, sebelum meninggalkan lokasi saya sedikit berbincang dengan mba wanti terkait kegiatan tersebut serta obrolan ringan lainnya. Tak lupa sholat dzuhur dan makan siang bersama mereka, lalu menuju lapangan Victoria Park, bergabung dengan mujahidah-mujahidah DDHK lainnya untuk mengikuti program Akselerasi Tafsir Al qurán Aplikatif bersama Ustadz Nur Fuad, persembahan dari LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qurán) DDHK.
Tiba di lokasi lapangan, tak kalah menariknya. Karena selain belajar di tempat terbuka dimana menjadi pusat perhatian teman-teman sekeliling, juga kami diajarkan bagaimana belajar menghapal al qur an beserta arti dan tafsirnya dengan mudah dan cepat.
Namun saya tidak bisa mengikuti acara sampai selesai karena pukul 16.00 harus tiba di kantor DDHK untuk rapat kepala divisi.
Alhamdulillah, walau jauh di rantau tapi masih bisa bersilaturahim dengan teman-teman lainnya, bertalabul ilmi, menghadiri majelis ilmu, dan tentunya memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar bermanfaat tuk dunia akherat, Lillah, Billah dan Fillah nya insya Allah selalu dijaga.
Monday, 21 October 2013
Hiking Ke Air Terjun Wong Lung Hang
Jika di tanah air punya air terjun Cibodas- Bogor, maka Hong Kong punya air terjun Wong Lung Hang. Air terjun indah yang pernah saya kunjungi selama di tanah air mau pun Hong Kong (jarang jalan-jalan soalnya), heeee.... Tentu masih banyak air terjun lainnya yang lebih indah dan mempesona.
(1/10) memanfaatkan hari libur dengan tadabur alama, hiking bersama 38 kawan lainnya termasuk satu warga HK yang ikut hiking ke Wong Lung hang. kami berkumpul di st. Tung Chung pukul 09.30 dan berangkat sekitar pukul 11.00 karena menunggu pemandu dan beberapa teman lainnya yang pernah hike kesana sebelumnya.
Sebelum memulai perjalanan, kami breafing dan berdoa bersama agar perjalanan lancar tiada halangan suatu apapun. tak lupa foto bersama sebagai kenangan.
Medan yang kami lewati sungai bebatuan, beruntung air sungai tidak begitu keruh dan kami bisa meloncati batu dengan penuh hati-hati. Sepanjang perjalanan mengagumi ciptaan-Nya yang masya Allah indahnya.
Alhamdulillah, walau di rantau masih bisa menjalankan hoby menikmati pemandangan asri seperti di tanah air, bahkan mungkin lebih indah karena disini terjaga kebersihannya.
Perjalanan sekitar dua jam ke lokasi air terjun, pukul 13.00 kami beristirahat sebentar untuk istirahat, makan dan minum. lalu melanjutkan perjalanan kembali dengan meloncati bebatuan.
Ini merupakan hike yang ketiga kalinya selama di Hong Kong. Awal hiking malah perjalanan lebih dari 10 jam karena medannya mendaki, hingga kita kelelahan dan dehidrasi karena bertepatan dengan musim panas. Namun setiap perjalanan ada moment indah tersendiri.
Dengan penuh perjuangan akhirnya kami sampai ke tempat yang dituju sekitar pukul 13.30, tiba di lokasi ada yang langsung terjun mandi, makan, istirahat, sholat, bahkan ada yang menangkap mencari ikan karena saking jernih air sungainya, ikan begitu menggoda untuk ditangkap.
Semuanya menikmati perjalanan dengan senang dan gembira, walau air terjun yang kami kunjungi masih ada lagi diatasnya yang lebih tinggi, namun kami puas, karena lelah terbayar sudah.
(1/10) memanfaatkan hari libur dengan tadabur alama, hiking bersama 38 kawan lainnya termasuk satu warga HK yang ikut hiking ke Wong Lung hang. kami berkumpul di st. Tung Chung pukul 09.30 dan berangkat sekitar pukul 11.00 karena menunggu pemandu dan beberapa teman lainnya yang pernah hike kesana sebelumnya.
Sebelum memulai perjalanan, kami breafing dan berdoa bersama agar perjalanan lancar tiada halangan suatu apapun. tak lupa foto bersama sebagai kenangan.
Medan yang kami lewati sungai bebatuan, beruntung air sungai tidak begitu keruh dan kami bisa meloncati batu dengan penuh hati-hati. Sepanjang perjalanan mengagumi ciptaan-Nya yang masya Allah indahnya.
Alhamdulillah, walau di rantau masih bisa menjalankan hoby menikmati pemandangan asri seperti di tanah air, bahkan mungkin lebih indah karena disini terjaga kebersihannya.
Perjalanan sekitar dua jam ke lokasi air terjun, pukul 13.00 kami beristirahat sebentar untuk istirahat, makan dan minum. lalu melanjutkan perjalanan kembali dengan meloncati bebatuan.
Ini merupakan hike yang ketiga kalinya selama di Hong Kong. Awal hiking malah perjalanan lebih dari 10 jam karena medannya mendaki, hingga kita kelelahan dan dehidrasi karena bertepatan dengan musim panas. Namun setiap perjalanan ada moment indah tersendiri.
Dengan penuh perjuangan akhirnya kami sampai ke tempat yang dituju sekitar pukul 13.30, tiba di lokasi ada yang langsung terjun mandi, makan, istirahat, sholat, bahkan ada yang menangkap mencari ikan karena saking jernih air sungainya, ikan begitu menggoda untuk ditangkap.
Semuanya menikmati perjalanan dengan senang dan gembira, walau air terjun yang kami kunjungi masih ada lagi diatasnya yang lebih tinggi, namun kami puas, karena lelah terbayar sudah.
Friday, 23 August 2013
Daripada Tersinggung, Lebih Baik Berubah dan Berbenah!!
Makin seru dan kian memanas kasus Solmed dengan BMI HK, masing-masing pihak menyatakan pembelaannya menurut versi masing-masing. Lalu apa yang akan dicapai dari masalah tersebut? apakah hanya kepuasan pengakuan publik, gengsi, pamor dll?? Daripada sibuk dengan sesuatu yang kurang manfaat lebih baik kita berbenah dan berubah. Lakukan yang terbaik tuk umat, do it coz Allah thats much better than hurting each other, right??
Masih banyak yang harus kita lakukan, saudara-saudara muslim kita di Mesir dan Syiria membutuhkan bantuan kita. Tidak hanya dalam bentuk materi tapi juga doa. Marilah sesama muslim kita saling memaafkan, tidak ada untungnya saling menjatuhkan. Saling instropeksi, perbaiki dan pantaskan diri di hadapan Allah.
Jangan sampai kita malah disibukkan dengan hal-hal yang sepele, hingga melupakan tugas besar kita, pekerjaan kita, tujuan awal kita. Sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi orang lain.
Rapatkan kembali barisan, luruskan shaf, perkuat iman dan islam, rekatkan kembali ukhuwah.
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati ini telah terhimpun dalam cinta kepada-Mu, telah berjumpa dalam taat kepada-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu, maka teguhkanlah ikatannya, kekalkanlah cinta kasihnya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati tersebut dengan cahaya-Mu yang tidak pernah sirna, Lapangkanlah dada-dada kami dengan kelimpahan iman kepada-Mu dan indahnya bertawakal kepada-Mu.
Hidupkanlah ia dengan makrifat kepada-Mu, wafatkanlah ia dengan makrifah kepadaMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah, kabulkanlah dan sampaikanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw, kepada keluarga dan para sahabat beliau."
Masih banyak yang harus kita lakukan, saudara-saudara muslim kita di Mesir dan Syiria membutuhkan bantuan kita. Tidak hanya dalam bentuk materi tapi juga doa. Marilah sesama muslim kita saling memaafkan, tidak ada untungnya saling menjatuhkan. Saling instropeksi, perbaiki dan pantaskan diri di hadapan Allah.
Jangan sampai kita malah disibukkan dengan hal-hal yang sepele, hingga melupakan tugas besar kita, pekerjaan kita, tujuan awal kita. Sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi orang lain.
Rapatkan kembali barisan, luruskan shaf, perkuat iman dan islam, rekatkan kembali ukhuwah.
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati ini telah terhimpun dalam cinta kepada-Mu, telah berjumpa dalam taat kepada-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu, maka teguhkanlah ikatannya, kekalkanlah cinta kasihnya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati tersebut dengan cahaya-Mu yang tidak pernah sirna, Lapangkanlah dada-dada kami dengan kelimpahan iman kepada-Mu dan indahnya bertawakal kepada-Mu.
Hidupkanlah ia dengan makrifat kepada-Mu, wafatkanlah ia dengan makrifah kepadaMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah, kabulkanlah dan sampaikanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw, kepada keluarga dan para sahabat beliau."
Thursday, 22 August 2013
Ustadz Pasang Tarif, BMI Harus Cermat Mengundang Ustadz & Luruskan Niat!!
Menanggapi kasus yang kian marak dan hangat dibicarakan tentang ustadz yang pasang tarif (Ustadz Solmed atau Soleh Mahmud), sebenarnya ini bukan kasus baru. Sebelumnya memang sering terjadi di kalangan organisasi BMI HK. Namun mungkin karena kebetulan ustadz kali ini yang diundang adalah ustadz yang sering muncul di televisi, dan memang yang mengundang mempublikasikan berita tentang kekecewaannya tersebut. Sangat disayangkan sesama muslim akhirnya saling menghujat dan menjatuhkan.
Jika sesama muslim saling menghujat, akhirnya tiada lagi kepercayaan, saling cerai berai. Tanpa kita sadari, kita jadi bahan tawaan pihak luar.
Adapun istilah tarif yang digemborkan itu memang terlalu kasar kalau digunakan untuk ustadz dan bisa menimbulkan fitnah. karena yang namanya tarif itu harga mati seperti tarif bus, kereta dll.
Dakwah mematok bisaroh boleh asal ada kesepakatan bersama, namun jika salah satu pihak keberatan dan tidak bisa menyanggupi ya tidak usah cari-cari kambing hitam.
Sebenarnya bisa diselesaikan baik-baik agar tidak menyulut pertikaian antar sesama, apalagi muslim itu bersaudara dimana satu terluka smua ikut merasakan.
Jika memang demikian, seharusnya tidak usah diundang lagi. Teman-teman juga harus meluruskan niat mengadakan pengajian tujuannya untuk apa dan apa target yang akan dicapai dari hasil pengajian tersebut. Jadi tidak hanya mengadakan pengajian,masuk telinga kanan keluar telinga kiri, dalam artian setelah bubar acara pengajian tidak ada hasil apa-apa dari pengajian tersebut alias Barlen (Bubar ora kelalen) orang Cirebon bilang.
Tidak hanya sekadar menghibur teman-teman dengan guyonan ustadz dengan gaya penyampaiannya, tapi lebih kepada isi apa yang akan disampaikan.
Kini banyak organisasi pengajian mengundang Ustadz terkenal justru hanya sebagai ajang saingan dan saling menjatuhkan, bahkan ada yang sampai rela meminjam uang di bank, mengorbankan segalanya demi gengsi. Naudzubillah.
Semoga semuanya menjadi pembelajaran buat kita semua, agar lebih selektif mengundang ustadz. Karena yang terpenting adalah apa yang disampaikan, bukan siapa yang menyampaikan.
Jika sesama muslim saling menghujat, akhirnya tiada lagi kepercayaan, saling cerai berai. Tanpa kita sadari, kita jadi bahan tawaan pihak luar.
Adapun istilah tarif yang digemborkan itu memang terlalu kasar kalau digunakan untuk ustadz dan bisa menimbulkan fitnah. karena yang namanya tarif itu harga mati seperti tarif bus, kereta dll.
Dakwah mematok bisaroh boleh asal ada kesepakatan bersama, namun jika salah satu pihak keberatan dan tidak bisa menyanggupi ya tidak usah cari-cari kambing hitam.
Sebenarnya bisa diselesaikan baik-baik agar tidak menyulut pertikaian antar sesama, apalagi muslim itu bersaudara dimana satu terluka smua ikut merasakan.
Jika memang demikian, seharusnya tidak usah diundang lagi. Teman-teman juga harus meluruskan niat mengadakan pengajian tujuannya untuk apa dan apa target yang akan dicapai dari hasil pengajian tersebut. Jadi tidak hanya mengadakan pengajian,masuk telinga kanan keluar telinga kiri, dalam artian setelah bubar acara pengajian tidak ada hasil apa-apa dari pengajian tersebut alias Barlen (Bubar ora kelalen) orang Cirebon bilang.
Tidak hanya sekadar menghibur teman-teman dengan guyonan ustadz dengan gaya penyampaiannya, tapi lebih kepada isi apa yang akan disampaikan.
Kini banyak organisasi pengajian mengundang Ustadz terkenal justru hanya sebagai ajang saingan dan saling menjatuhkan, bahkan ada yang sampai rela meminjam uang di bank, mengorbankan segalanya demi gengsi. Naudzubillah.
Semoga semuanya menjadi pembelajaran buat kita semua, agar lebih selektif mengundang ustadz. Karena yang terpenting adalah apa yang disampaikan, bukan siapa yang menyampaikan.
Thursday, 18 April 2013
Piknik Ke Tung Ping Chau
Tung Ping Chau, Pulau terkecil yang sangat terkenal di Hong Kong dengan struktur batu yang unik,lingkungan asri dan terumbu karangnya. Ahad (4/4) saya bersama teman-teman BHSI hiking kesana.
Musim hujan dan cuaca mendung tidak menyurutkan langkah ku untuk kesana, berangkat pukul 7.30 dari stasiun KCR Kowloon Tong menuju University station, darisana kami jalan kaki sekitar limabelas menit menuju Ferry. Ongkos Ferry dari University ke Tung Ping Chau hanya HKD 90 per orang termasuk pulang pergi. Hanya membutuhkan waktu 1jam 45menit untuk sampai kesana.
Ferry ini hanya ada sekali pemberangkatan dan pemulangan, jika tertinggal tidak bisa menyusul karena hanya ada di jam 09.00 pagi dan kembali pukul 16.00, dan kalau tertinggal di pulau sana juga tidak ada penginapan atau semacamnya, jika berminat tinggal disarankan membawa tenda sendiri.
Tiba di tempat tujuan, kami berfoto ria menikmati pemandangan yang damai karena jauh dari keramaian. Perjalanan sekitar 30menit menuju lokasi batu-batu unik itu.
Alhamdulillah tidak hujan, walau mendung tapi kami masih bisa menikmati pemandangan dan naik ke batu unik tersebut, foto bersama,makan siang,sholat dzuhur berjamaah bahkan tidur-tiduran melepas penat.
Bayanganku sebelum tiba di lokasi, seperti Green Canyon gitu. Waahh..dulu obsesi banget mau mengunjungi tempat-tempat seperti ini, terus naik-naik seperti panjat tebing walau gak berani. heeee...
Aku sebut piknik karena hikingnya tidak ada satu jam, kita menggunakan ferry menuju lokasi.
Jika cuaca cerah pemandangan akan tampak lebih indah.
Musim hujan dan cuaca mendung tidak menyurutkan langkah ku untuk kesana, berangkat pukul 7.30 dari stasiun KCR Kowloon Tong menuju University station, darisana kami jalan kaki sekitar limabelas menit menuju Ferry. Ongkos Ferry dari University ke Tung Ping Chau hanya HKD 90 per orang termasuk pulang pergi. Hanya membutuhkan waktu 1jam 45menit untuk sampai kesana.
Ferry ini hanya ada sekali pemberangkatan dan pemulangan, jika tertinggal tidak bisa menyusul karena hanya ada di jam 09.00 pagi dan kembali pukul 16.00, dan kalau tertinggal di pulau sana juga tidak ada penginapan atau semacamnya, jika berminat tinggal disarankan membawa tenda sendiri.
Tiba di tempat tujuan, kami berfoto ria menikmati pemandangan yang damai karena jauh dari keramaian. Perjalanan sekitar 30menit menuju lokasi batu-batu unik itu.
Alhamdulillah tidak hujan, walau mendung tapi kami masih bisa menikmati pemandangan dan naik ke batu unik tersebut, foto bersama,makan siang,sholat dzuhur berjamaah bahkan tidur-tiduran melepas penat.
Bayanganku sebelum tiba di lokasi, seperti Green Canyon gitu. Waahh..dulu obsesi banget mau mengunjungi tempat-tempat seperti ini, terus naik-naik seperti panjat tebing walau gak berani. heeee...
Aku sebut piknik karena hikingnya tidak ada satu jam, kita menggunakan ferry menuju lokasi.
Jika cuaca cerah pemandangan akan tampak lebih indah.
Thursday, 11 April 2013
Kisah Pagi : Cerita Horor sampai Gosip Artis
Pagi yang sendu (11/4), gerimis membasahi perumahan parc oasis, enggan rasanya untuk ke pasar jika hari hujan begini. Namun aku paksakan karena dirumah tidak ada stok sayuran.
Sebenarnya aku bisa membelinya di supermarket dekat rumah, namun karena belum sarapan aku lanjutkan langkahku menuju pasar.
Disana sudah berkumpul teman sejawat yang sedang berbelanja dan mampir di toko indo,selain sarapan kami iringi dengan obrolan pagi seperti biasanya. Jika kemarin bercerita tentang mantan copet, kali ini ceritanya agak seram, yaitu tentang ilmu hitam yang dianut seseorang supaya awet muda.
Diceritakan di daerah Sumatera sana, masih ada kepercayaan yang menganut ilmu ini. Menurut cerita si penganut ini memakan korban bayi yang baru lahir. Jika bulan purnama dia akan berubah, kepala dan jantungnya melayang-layang mencari mangsa sedangkan badannya utuh di suatu tempat.
Semua yang ada disana merinding ketakutan, keadaan tegang mendengar cerita horor, lalu tiba-tiba ada kawan lainnya yang cerita tentang gosip artis yang saat ini kian marak. Yaitu tentang perseteruan mantan murid dan guru yang merupakan penganutnya dulu.
Setiap hari ada saja, hal-hal yang dibahas. Tapi dari sini aku mendapat banyak pengalaman baru,teman dan tentunya menikmati sarapan menu nusantara. Kalau sudah begini lupa kalau sedang di rantau, karena semuanya menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. jadi rame deh seperti di pasar, heeeeeeeee..memang di pasar kok :) kalau kamu bagaimana harimu sobat??
Sebenarnya aku bisa membelinya di supermarket dekat rumah, namun karena belum sarapan aku lanjutkan langkahku menuju pasar.
Disana sudah berkumpul teman sejawat yang sedang berbelanja dan mampir di toko indo,selain sarapan kami iringi dengan obrolan pagi seperti biasanya. Jika kemarin bercerita tentang mantan copet, kali ini ceritanya agak seram, yaitu tentang ilmu hitam yang dianut seseorang supaya awet muda.
Diceritakan di daerah Sumatera sana, masih ada kepercayaan yang menganut ilmu ini. Menurut cerita si penganut ini memakan korban bayi yang baru lahir. Jika bulan purnama dia akan berubah, kepala dan jantungnya melayang-layang mencari mangsa sedangkan badannya utuh di suatu tempat.
Semua yang ada disana merinding ketakutan, keadaan tegang mendengar cerita horor, lalu tiba-tiba ada kawan lainnya yang cerita tentang gosip artis yang saat ini kian marak. Yaitu tentang perseteruan mantan murid dan guru yang merupakan penganutnya dulu.
Setiap hari ada saja, hal-hal yang dibahas. Tapi dari sini aku mendapat banyak pengalaman baru,teman dan tentunya menikmati sarapan menu nusantara. Kalau sudah begini lupa kalau sedang di rantau, karena semuanya menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. jadi rame deh seperti di pasar, heeeeeeeee..memang di pasar kok :) kalau kamu bagaimana harimu sobat??
Wednesday, 10 April 2013
Kisah Pagi : Mantan Copet
Seperti biasa tugas pagiku adalah belanja ke pasar untuk makan malam, pasar shek kip mei menjadi tujuanku. Setelah sinsang dan dhai-dhai berangkat kerja kuusahakan dhuha sebelum beraktivitas. sekitar pukul 09.30 berangkat menuju pasar, terkadang sebelum berbelanja aku sempatkan untuk sarapan dengan menu andalan bakwan goreng.
Obrolan ringan dengan kawan sejawat yang menceritakan kisah keluarga maupun apa yang dialaminya. Pagi tadi kebetulan ada teman yang menuturkan bahwa ia kecopetan. padahal ia sedang berbelanja dan uangnya langsung ia masukkan ke dalam tas, baru beberapa menit ternyata uang dan dompetnya sudah raib.
Mengalirlah cerita dari rekan lainnya yang menceritakan bahwa ada kawannya yang berbelanja di northpoint , ia memilih sepatu dan mencobanya namun tidak jadi membeli. Dompetnya tertinggal, ia berlalu begitu saja. selang berapa menit ia kembali lagi dan menanyakan dompetnya yang tertinggal.
Obrolan ringan dengan kawan sejawat yang menceritakan kisah keluarga maupun apa yang dialaminya. Pagi tadi kebetulan ada teman yang menuturkan bahwa ia kecopetan. padahal ia sedang berbelanja dan uangnya langsung ia masukkan ke dalam tas, baru beberapa menit ternyata uang dan dompetnya sudah raib.
Mengalirlah cerita dari rekan lainnya yang menceritakan bahwa ada kawannya yang berbelanja di northpoint , ia memilih sepatu dan mencobanya namun tidak jadi membeli. Dompetnya tertinggal, ia berlalu begitu saja. selang berapa menit ia kembali lagi dan menanyakan dompetnya yang tertinggal.
Tuesday, 2 April 2013
Kongkow bareng Sohibi
Ahad kemarin (31/3) rencana liburku mau bekam bersama tim LKT DDHK (http://www.ddhongkong.org/lkt-ddhk-menjaga-kesehatan-bmi/), cuaca mendung dan gerimis. Biasanya setiap awal bulan cek kesehatan diadakan di Mushola DDHK, Tapi berhubung hujan akhirnya dialihkan kembali ke rumah dinas GM DDHK di Lei wen Court.
Walhasil harus bolak-balik dari kantor ka rumah dinas terus balik lagi. Walau harus antri tapi seneng juga setelah dibekam di bagian kepala, badan terasa lebih ringan.
Thursday, 27 December 2012
Ibu....
Ibu...
Dikala ku sebut namamu
Tampak olehku wajah manismu
Senyummu menyiratkan kasih sayang
Sinar matamu melambangkan ketulusan
Menerangi relung-relung jiwa
Menyejukkan kedamaian hati,
Bersama ridhomu gundah gulana sirna
kau beri ketegaran agar aku terus berjuang
Ibu..
Telah ku temukan jalanku
Doa-doamu ku nanti selalu
Restu dan Ridhamu ku rindu tentu
Agar anakmu, raih Syurga bersamamu...
...............
Ibu, sosok wanita sederhana.namun dibalik kesederhanaannya tersimpan ketegaran yang mendalam, kasih sayang yang diberikan kepada anak-anaknya tak mungkin kami bisa membalasnya.
Melihatnya tersenyum merupakan anugerah terindah.
Maafkan nanda jika belum bisa memberikan yang terbaik.
Ibu,ada kejadian lucu yang sering membuatku tersenyum jika mengingatnya. Biasanya kami menyempatkan jalan bersama sekeluarga, entah makan diluar (restoran) atau hanya sekadar jalan-jalan. Waktu itu ibu bilang agar kami jangan minta yang macam-macam karena ibu tidak punya uang.
Aku dan kedua saudariku hanya diam saja ketika melintasi beberapa penjual mainan maupun makanan yang menggugah. Namun akhirnya ibu memesan banyak, tidak tanggung-tanggung. padahal katanya tidak punya uang. Eeeh giliran sampai rumah baru deh ibu ngoceh lagi, "Tuh kan ibu bilang jangan beli macem-macem, malah beli" ujarnya.
sontak kami semua tertawa, heee..ibu i love u full :)
Dikala ku sebut namamu
Tampak olehku wajah manismu
Senyummu menyiratkan kasih sayang
Sinar matamu melambangkan ketulusan
Menerangi relung-relung jiwa
Menyejukkan kedamaian hati,
Bersama ridhomu gundah gulana sirna
kau beri ketegaran agar aku terus berjuang
Ibu..
Telah ku temukan jalanku
Doa-doamu ku nanti selalu
Restu dan Ridhamu ku rindu tentu
Agar anakmu, raih Syurga bersamamu...
...............
Ibu, sosok wanita sederhana.namun dibalik kesederhanaannya tersimpan ketegaran yang mendalam, kasih sayang yang diberikan kepada anak-anaknya tak mungkin kami bisa membalasnya.
Melihatnya tersenyum merupakan anugerah terindah.
Maafkan nanda jika belum bisa memberikan yang terbaik.
Ibu,ada kejadian lucu yang sering membuatku tersenyum jika mengingatnya. Biasanya kami menyempatkan jalan bersama sekeluarga, entah makan diluar (restoran) atau hanya sekadar jalan-jalan. Waktu itu ibu bilang agar kami jangan minta yang macam-macam karena ibu tidak punya uang.
Aku dan kedua saudariku hanya diam saja ketika melintasi beberapa penjual mainan maupun makanan yang menggugah. Namun akhirnya ibu memesan banyak, tidak tanggung-tanggung. padahal katanya tidak punya uang. Eeeh giliran sampai rumah baru deh ibu ngoceh lagi, "Tuh kan ibu bilang jangan beli macem-macem, malah beli" ujarnya.
sontak kami semua tertawa, heee..ibu i love u full :)
Wednesday, 26 December 2012
Berbagi Kisah (MC)
Menjadi Pembawa Acara atau Master Of Ceremony (MC) ada perasaan bahagia tersendiri, karena bisa berbagi, menjelaskan, memandu acara,menjadi jembatan antara pengisi acara dan audiens.
Sejak SD sudah terbiasa tampil di atas pentas, awal manggung yaitu ketika SD kelas V ikut pementasan drama. kala itu temanya "Wajib Belajar 9 tahun" (Wajar) dimana kita mempresentasikan Wajar melalui drama. lalu ikut pementasan "Karawitan" nabuh gamelan. Ketika hari Pekan olahraga nasional (PON) pun ikut dalam lomba mengarang sampai tingkat kabupaten.
Ketika SLTP aktif di pramuka menjadi Dewan Kerja Penggalang (DKP), lanjut SMK menjadi Ketua Osis, aktif juga di Grup Pecinta Alam, kadang manggung baca puisi/tilawah di acara yang diadakan komplek perumahan.
Ketika lulus SMK dan bekerja, posisiku masih berkaitan dengan pelayanan publik. Menjadi kasir di salah satu resto dan berhadapan langsung dengan "customer". tidak sekadar melayani pembayaran, tapi juga harus bisa men-suggest menu andalan,menu promosi dll agar customer merasa puas dan kembali datang lagi.
Di sela-sela itu saya juga menjadi MC untuk acara ulang tahun baik indoor maupun outdoor.
Ketika awal bekerja di Hong Kong, penasaran dengan teman-teman BMI yang berkarya, berkreasi di berbagai bidang. Apalagi ketika pertama kali ikut kegiatan Dompet dhuafa dan melihat MC nya, dalam hati aku berkata "Suatu saat aku bisa seperti dia, suatu saat aku yang berada di posisi itu".
Setiap orang punya potensi, tinggal bagaimana kita menggali dan meraihnya. Sebab di dalam diri kita masing-masing terpendam "kekayaan" bakat yang perlu segera dikelola agar lebih bermanfaat.
Awal menjadi MC di Hong Kong yaitu ketika Seminar Kesehatan (Kanker Serviks) di Caritas Restaurant Wanchai sekitar tiga tahun lalu, pengajian Akbar Khoirun Nissa, acara Wisuda AVM HK Collage (IT), Peresmian Unimig, Pelatihan Sukses & Festival Seni Rakyat dan Training dahsyat One Minute awareness (OMA), Wisuda Siswi Migrant Institute angkatan 24 dan Talk Show "How to be Muslimah", Launching Star Nasheed & Duta Zakat.
Dari semuanya aku bersyukur, belum banyak yang dapat aku berikan mungkin juga banyak kesalahan atau kekurangan dari apa yang telah aku lakukan.
Kesalahan MC yang sering dilakukan menurut guru sekaligus Chieft Editorku di DDHK News, yaitu mengganjilkan salam, padahal tidak ada kaidahnya untuk itu, belum lagi mukadimah yang panjang lebar. Ingat MC itu adalah "star maker" dimana dia membuat bintang bagi si nara sumber. Jadi jangan merasa kita sebagai bintangnya."Ujarnya
Blocking atau membelakangi jamaah atau peserta. Seringkali saya melihat MC itu seperti tidak punya sopan santun dengan membelakangi peserta, padahal jika ia misalnya mau mengobrol atau menyambut instansi maupun narasumber yang hadir dan kebetulan duduk di samping panggung, seorang MC tidak perlu memutar badannya sampai membelakangi penonton. cukup dengan serong sedikit sebagai tanda penghormatan. Karena dengan blocking juga hasilnya tidak bagus apalagi di syuting.
Mari berjuang menentukan langkah hidup kita, membuat sejarah hidup kita, mencari bahagia dunia akherat. Dari sini kita bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi insya Allah.
Sejak SD sudah terbiasa tampil di atas pentas, awal manggung yaitu ketika SD kelas V ikut pementasan drama. kala itu temanya "Wajib Belajar 9 tahun" (Wajar) dimana kita mempresentasikan Wajar melalui drama. lalu ikut pementasan "Karawitan" nabuh gamelan. Ketika hari Pekan olahraga nasional (PON) pun ikut dalam lomba mengarang sampai tingkat kabupaten.
Ketika SLTP aktif di pramuka menjadi Dewan Kerja Penggalang (DKP), lanjut SMK menjadi Ketua Osis, aktif juga di Grup Pecinta Alam, kadang manggung baca puisi/tilawah di acara yang diadakan komplek perumahan.
Ketika lulus SMK dan bekerja, posisiku masih berkaitan dengan pelayanan publik. Menjadi kasir di salah satu resto dan berhadapan langsung dengan "customer". tidak sekadar melayani pembayaran, tapi juga harus bisa men-suggest menu andalan,menu promosi dll agar customer merasa puas dan kembali datang lagi.
Di sela-sela itu saya juga menjadi MC untuk acara ulang tahun baik indoor maupun outdoor.
Ketika awal bekerja di Hong Kong, penasaran dengan teman-teman BMI yang berkarya, berkreasi di berbagai bidang. Apalagi ketika pertama kali ikut kegiatan Dompet dhuafa dan melihat MC nya, dalam hati aku berkata "Suatu saat aku bisa seperti dia, suatu saat aku yang berada di posisi itu".
Setiap orang punya potensi, tinggal bagaimana kita menggali dan meraihnya. Sebab di dalam diri kita masing-masing terpendam "kekayaan" bakat yang perlu segera dikelola agar lebih bermanfaat.
Awal menjadi MC di Hong Kong yaitu ketika Seminar Kesehatan (Kanker Serviks) di Caritas Restaurant Wanchai sekitar tiga tahun lalu, pengajian Akbar Khoirun Nissa, acara Wisuda AVM HK Collage (IT), Peresmian Unimig, Pelatihan Sukses & Festival Seni Rakyat dan Training dahsyat One Minute awareness (OMA), Wisuda Siswi Migrant Institute angkatan 24 dan Talk Show "How to be Muslimah", Launching Star Nasheed & Duta Zakat.
Dari semuanya aku bersyukur, belum banyak yang dapat aku berikan mungkin juga banyak kesalahan atau kekurangan dari apa yang telah aku lakukan.
Kesalahan MC yang sering dilakukan menurut guru sekaligus Chieft Editorku di DDHK News, yaitu mengganjilkan salam, padahal tidak ada kaidahnya untuk itu, belum lagi mukadimah yang panjang lebar. Ingat MC itu adalah "star maker" dimana dia membuat bintang bagi si nara sumber. Jadi jangan merasa kita sebagai bintangnya."Ujarnya
Blocking atau membelakangi jamaah atau peserta. Seringkali saya melihat MC itu seperti tidak punya sopan santun dengan membelakangi peserta, padahal jika ia misalnya mau mengobrol atau menyambut instansi maupun narasumber yang hadir dan kebetulan duduk di samping panggung, seorang MC tidak perlu memutar badannya sampai membelakangi penonton. cukup dengan serong sedikit sebagai tanda penghormatan. Karena dengan blocking juga hasilnya tidak bagus apalagi di syuting.
Mari berjuang menentukan langkah hidup kita, membuat sejarah hidup kita, mencari bahagia dunia akherat. Dari sini kita bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi insya Allah.
Wednesday, 19 December 2012
Mengenang Almarhumah Nenek
Hampir setahun lebih nenek meninggalkan kami, namun semua petuah-petuahnya masih ku ingat.
Usia Nenek hampir seratus tahun, begitu menurutnya. terakhir kali aku bertemu dengannya ketika cuti ke tanah air, sekitar april lalu.
Ketika itu seperti biasanya nenek selalu memberikan nasihat,doa untuk anak cucunya.
Saya hanya mengaminkan dan mendengarkan saja apa yang nenek katakan.
Sudah mulai sakit-sakitan, Ibu bilang hanya menghitung hari saja, sudah ada tanda-tanda nenek mau meninggalkan kami. namun aku hanya menepis apa yang ibu katakan.
Dulu nenek selalu bercerita kisahnya ketika pertamakali bertemu kakek, katanya pada masa penjajahan Belanda. Dimana Jakarta tidak seramai sekarang.
Dulu di Kramat Pulo sini hutan rimba, belum banyak bangunan rumah hingga akhirnya orang mematok tanah untuk membuat rumah. Diceritakan juga bagaimana kakek & nenek melawan belanda hanya dengan senjata bambu runcing,kekejaman belanda dsb.
Nenek selalu berpesan walau menjadi anak jakarta tapi kelakuan tidak seperti orang Jakarta, maklum pergaulan di kota begitu bebasnya. Nenek seringkali terganggu dengan suara gadis-gadis yang tengah malam masih begadang,tertawa,ngobrol dengan lawan jenis di luar rumah padahal waktu sudah larut.
Nenek selalu menjaga wudhunya, itu yang aku kagumi. Ibadahnya tidak pernah ditinggal. Walaupun nenek sudah tua tapi pendengaran & penglihatannya masih tajam layaknya orang muda.
teringat doanya tentang masa depanku, Kini nenek sudah pergi untuk selamanya.
Maafkan rima ya nek, terakhir kali kita bertemu rima tidak sempat pamit ketika hendak kembali ke Hong Kong. Semoga nenek berada di JannahNya. Amiin.
Usia Nenek hampir seratus tahun, begitu menurutnya. terakhir kali aku bertemu dengannya ketika cuti ke tanah air, sekitar april lalu.
Ketika itu seperti biasanya nenek selalu memberikan nasihat,doa untuk anak cucunya.
Saya hanya mengaminkan dan mendengarkan saja apa yang nenek katakan.
Sudah mulai sakit-sakitan, Ibu bilang hanya menghitung hari saja, sudah ada tanda-tanda nenek mau meninggalkan kami. namun aku hanya menepis apa yang ibu katakan.
Dulu nenek selalu bercerita kisahnya ketika pertamakali bertemu kakek, katanya pada masa penjajahan Belanda. Dimana Jakarta tidak seramai sekarang.
Dulu di Kramat Pulo sini hutan rimba, belum banyak bangunan rumah hingga akhirnya orang mematok tanah untuk membuat rumah. Diceritakan juga bagaimana kakek & nenek melawan belanda hanya dengan senjata bambu runcing,kekejaman belanda dsb.
Nenek selalu berpesan walau menjadi anak jakarta tapi kelakuan tidak seperti orang Jakarta, maklum pergaulan di kota begitu bebasnya. Nenek seringkali terganggu dengan suara gadis-gadis yang tengah malam masih begadang,tertawa,ngobrol dengan lawan jenis di luar rumah padahal waktu sudah larut.
Nenek selalu menjaga wudhunya, itu yang aku kagumi. Ibadahnya tidak pernah ditinggal. Walaupun nenek sudah tua tapi pendengaran & penglihatannya masih tajam layaknya orang muda.
teringat doanya tentang masa depanku, Kini nenek sudah pergi untuk selamanya.
Maafkan rima ya nek, terakhir kali kita bertemu rima tidak sempat pamit ketika hendak kembali ke Hong Kong. Semoga nenek berada di JannahNya. Amiin.
Monday, 17 December 2012
Muhasabah Pagi....
Terkadang kita ingin segala sesuatunya sesuai dengan apa yang kita inginkan, bahkan seperti memaksakan kehendak. Ketahuilah Allah tahu apa yang kita butuhkan, Walau Dia tidak memberikan apa yang kita inginkan, Allah tahu apa yang terbaik untuk hamba-hambaNya.
Sabar, kata yang mudah diucap tapi terkadang sulit menjalankannya? benarkah begitu? lalu keluarlah kata-kata "Ya Allah hamba tidak sanggup menjalani ujian yang Engkau berikan, kenapa hanya hamba yang mendapatkannya, kenapa tidak dia atau mereka?kenapa dan kenapa?
Lalu seiring waktu tanpa kita sadari, kita telah melewati ujian tersebut dan merasakan hikmah dibalik peristiwa tersebut dan barulah berkata "Ya Robb, andaikan dulu saya tidak begini begitu mungkin hari ini saya sudah begini begitu".
Begitulah karena kita tidak tahu apa yang terjadi di kemudian hari, maka sering kita men-judge seolah Allah tidak adil.
Ridho dengan segala Qodho & qodharnya, bukankah itu yang kita imani? lalu apakah kita memang sudah benar-benar mengimani dengan sepenuh hati hingga tertuang dalam lisan maupun perbuatan atau hanya sekadar ikut-ikutan tanpa tahu maknanya?
Allah menguji manusia kadang dengan kesenangan kadang dengan kesusahan. Namun ketika kita menghadapi kesulitan mudah sekali putus asa dan larut dalam kesedihan itu sendiri.
Tidak selamanya kesulitan itu harus dibenci,terkadang malah menimbulkan efek positif. Karena dari semuanya kita akan belajar dari apa yang dialami dan dirasakan. membuat kita semakin bijak dalam menghadapi masalah.
Menghiasi diri dengan sikap sabar merupakan sikap orang yang mulia, menghadapi kesulitan hidup dengan dengan lapang dada, tidak menyerah dan percaya diri. Bersabar meskipun segala rintangan menghadang karena bersama kesulitan ada kemudahan karena segala sesuatunya pasti berputar, seperti roda ada saat di bawah dan di atas.
Manusia adalah makhluk lemah, banyak hak yang di luar jangkauan, banyak hak yang tidak bisa dikendalikan, manusia membutuhkan Allah dalam seluruh hidupnya.
Ridho lah kami hanya padaMU dan karuniakan kami kehidupan rabbani.
Thursday, 6 December 2012
Outbond Part 2
Outbond
merupakan hobiku sejak SD, awal pertama ikut kegiatan di luar sekolah yaitu
kemping pertama kali waktu SD kelas V, itu awal aku tidur di luar jauh dari
orang tua. Walau hanya 3 hari 2 malam. Tapi rasanya lama sekali dan rindu ingin
cepat bertemu keluarga. Lalu ketika SLTP aku gabung di Pramuka, SLTA jadi ketua
osis, tapi kegiatan outbond nya dengan teman rumah yaitu kemping ke daerah
Sukabumi, nggak tanggung-tanggung nginep seminggu di hutan, heeee…
.
Ahad
4/11 Dompet Dhuafa mengadakan “Outdoor Activities, Volunteer & Team
Building” serta beladiri praktis bagi muslimah di Stanley Beach, HK. Ini merupakan
kegiatan outbond yang kedua kalinya ku ikuti bersama DD.
Rona
ceria terpancar dari peserta yang mengikuti kegiatan pada hari itu. Sebelum
berangkat kami kumpul di shelter iqro untuk breafing, kemudian langsung menuju
lokasi. Sekitar 50 orang volunteer mengikuti kegiatan ini.
Terdengar
pekikan yel relawan di sela acara tausiyah menambah semangat suasana, ditambah
lagi dengan melantunkan lagu “Bingkai Kehidupan” semakin terasa semangat
juangnya.
Tiba di
Stanley Beach, kami langsung menggelar alas untuk tempat tas dan peralatan
lainnya, lalu persiapan untuk acara pagi hari yaitu tausiyah tentang
kevolunteran oleh Ustadz Herman Budiyanto (Corps da’i DD) dan Ustadz Genry (SDSB).
Acara di
pandu oleh Puji dari tim LPAM, lalu pembacaan kalam Illahi oleh Ruliyah dengan
saritilawah Reni.
Setelah
tausiyah ada permainan menguji kekompakkan, yaitu dengan mengikat tali rafia di
kedua lengan lalu dikaitkan dengan beberapa teman lainnya. Kita ditugaskan
untuk berusaha bagaimana caranya melepaskan diri dari ikatan tersebut, tanpa
membuka ikatannya. Makanya dibutuhkan kekompakkan, kesabaran dan kejelian.
Hanya
ada beberapa grup yang bisa melepaskan ikatan tersebut. Permainan semakin seru,
karena kita harus mencari cara bagaimana melepaskan ikatan tanpa memutus
talinya. Setelah itu istirahat sholat dan makan siang.
Makan
dengan nampan dan ramai-ramai membentuk kelompok, Menikmati makan siang
ditemani deburan ombak,turis yang berjemur,dan celotehan kawan-kawan. Kenangan
yang tak kan terlupakan.
Selesai
sholat dan makan siang, dilanjut dengan pelatihan bela diri praktis. Diharapkan
dengan adanya pelatihan ini teman-teman volunteer menjadi sehat,kuat,tidak
gampang sakit dan bisa menjaga bahaya yang tidak diinginkan,bukan untuk menjadi
pemenang. Ujar Ustadz herman.
Sebelumnya
dilakukan pemanasan untuk melenturkan otot. Ustadz herman mengajarkan beberapa
tekhnik dasar bela diri muslimah. Walau cuaca terik tapi semua peserta
antusias, termasuk aku. Senang sekali bisa belajar dan mempraktekkan langsung.
Walau setelah latihan badan terasa pegal-pegal. Mungkin karena belum terbiasa
dan kurangnya waktu pemanasan.
Setelah
latihan kami main air di laut,main pasir,berfoto bersama dengan gaya yang keren
( Pak Herman yang ajari gaya bangau terbang heeee….).
Setelah
itu kami bersiap-siap pulang kembali ke causewaybay. Semua yang ku lalui dengan
para volunteer takan terlupakan, semua kenangan manis,sedih semuanya jadi
kenangan terindah.
Selayang Pandang di Macau
![]() |
| Di depan Gerbang Gereja Tua sisa reruntuhan (Macau) |
Macau dikenal dengan negeri judi atau biasa disebut sebagai Las Vegas nya China. Dulu sering sekali lihat di TV sebagai lokasi syuting. Nggak nyangka juga bisa ke sana, secara Hong Kong dan macau bisa dijangkau pulang pergi karena dekat. membutuhkan waktu 45 menit untuk sampai kesana menggunakan turbo jet.
Sekitar bulan juli lalu, Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK), mengadakan pelatihan komunikasi "Communication Skill for the better future" dengan nara sumber Asep Syamsul Romli alias Romel Tea (Dosen,wartawan,penyiar,Chieft editor DDHK News). Kebetulan di hari itu acara kawan-kawan volunteer DD padat, berbagai macam organisasi mengadakan pengajian,acara sosial dan kebetulan Dompet Dhuafa sendiri 'punya gawe" yaitu kampanye ramadhan menggunakan Tram dan event pengajian lainnya.
Semua volunteer sudah kebagian tugas masing-masing, pun denganku. Hari itu aku dapat tugas mendampingi Kang Romel ke Macau.
karena harus berangkat pagi sekali, aku putuskan malam sebelum hari pemberangkatan untuk menginap di shelter Iqro dan alhamdulillah boss mengizinkan. Selesai makan malam lalu mandi dan bersiap-siap pergi ke Shelter Iqro di Causewaybay, perjalanan sekitar 30menit dari tempat tinggalku.
Sesampainya di Shelter ternyata kawan-kawan belum tidur, masih mengerjakan sesuatu untuk persiapan agenda ahad besoknya, aku pun ikut membantu sekadarnya dan memilih beristirahat di Shelter Migrant Institute karena Shelter Iqro penuh.
Subuh berjamaah dengan bidadari fajar & para Ustadz undangan Dompet Dhuafa, Ada Ustadz Abu Sadza, Kang Bana,Gm DDHK Ustadz Fauzi beserta isteri, semuanya dalam suasana kekeluargaan.
Pkl 07.00 berangkat ke Sheung Wan lalu membeli tiket untuk Ferry ke Macau. Perjalanan sekitar 45menit dengan Ferry Turbo Jet.
![]() |
| Tutbo Jet |
Ketika tiba di Ferry terminal Macau sudah dijemput teman-teman dari Matim, karena acara mulai jam 12.00 dan kita tiba sekitar pkl 11.00 kami diajak jalan-jalan mengunjungi Gereja Tua (hanya sisa reruntuhannya saja), sempat foto-foto walau cuaca panas menyengat tapi senang. lalu menuju Shelter Matim (Majelis taklim Macau) istirahat sebentar,makan,sholat lalu menuju Caritas tempat acara pelatihan komunikasi.
kawan-kawan BMI Macau juga tak kalah hebatnya dengan BMI HK, mereka antusias dalam menerima wejangan yang diberikan Kang Romel. Acara berlangsung sampai sore pkl 16.00, lalu kami kembali ke Shelter Matim, istirahat,sholat,makan..heee..indahnya hidup alhamdulillah.
Selesai beristirahat,sholat dan makan lalu kami siap-siap kembali ke Hong Kong, sebelumnya mampir ke Masjid yang berada di sana, sempat foto-foto juga. Bangunan masjid terlihat tua dan seadanya. Beda dengan Hong Kong yang terawat dan tertata rapi. disamping masjid banyak kuburan, seram apalagi malam tapi karena gelap jadi nggak begitu jelas. Ini merupakan masjid satu-satunya di Macau. kalau tidak salah namanya "Mesquita E Cemetario de macau". Kuburan itu usianya sekitar ratusan tahun, pada pusaranya terlihat tulisan Arab dan Persia.
![]() |
| Suasana Masjid Macau |
![]() |
| Masjid tampak dalam |
Setelah mengambil dokumentasi lalu melanjutkan perjalanan menuju Ferry Pier, sayang belum sempat mampir mengunjungi Kasino disana, katanya lebih indah jika dinikmati malam hari karena lampu-lampu yang menyala indahnya. InshaAllah lain waktu ada kesempatan bisa silaturahim lagi ke sana.
![]() |
| foto bersama pengunjung dari rusia |
![]() |
| sebelum menuju Gereja Tua |
Istirahat sejenak tuk lanjutkan perjalanan.
Ketika semangat padam, melumpuhkan diri dari aktivitas. Aku lebih banyak bermuhasabah, menginstropeksi diri atau bahkan merehatkan sejenak hati dan pikiran. Ketika futur itu datang, aku hanya mengadu kepada-Mu ya Robb, tak perlu mengumbar cerita kesana-kemari. Cukuplah sahabat yang menjadi pendengar setia.
Kita tidak bisa memaksakan hidup ini sesuai kehendak kita, kuncinya adalah sabar dan sholat. Istirahat sejenak tuk lanjutkan perjalanan.
Ketika orang lain berbicara banyak tentangku, Cukuplah Engkau sebagai saksi akan apa yang aku kerjakan. Mencoba berlapang dada dan melihat jauh ke depan. Karena hidup adalah ujian, setiap orang akan mengalami saat-saat sulit dalam kehidupannya. Karena hidup dibangun atas kesulitan dan bahaya.
dari semua aku akan belajar dari apa yang ku alami dan rasakan.
Harapan yang tersimpan dalam hati, Allah tak akan membiarkan kita begitu saja. Karena Allah menyatakan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Allah maha mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba_Nya.
Kadang kurasakan hidupku membosankan dan sempit. Ku coba me "refresh" semuanya. Karena setiap orang menginginkan berhasil dalam setiap usahanya. Dengan menahan rindu kepada keluarga, jauh dari mereka, membuatku semakin menikmati setiap detik perjuangan.
Dari sini aku bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik,ketika orang lain memiliki kesuksesannya masing-masing,kita juga harus menemukan apa yang mesti menjadi kesuksesan kita.
Berani mengumpulkan sukses-sukses kecil,lalu kita hargai,dokumentasikan dan petakan dengan baik, selanjutnya tetapkan kesuksesan berikutnya.
Mengembangkan pikiran untuk menggali manfaat dari apa yang telah kita lakukan baik bagi diri maupun orang lain. Lalu bayangkan betapa bahagia dan puasnya bila satu urusan telah selesai hingga bisa pindah ke urusan yang lain.
Kita tidak bisa memaksakan hidup ini sesuai kehendak kita, kuncinya adalah sabar dan sholat. Istirahat sejenak tuk lanjutkan perjalanan.
Ketika orang lain berbicara banyak tentangku, Cukuplah Engkau sebagai saksi akan apa yang aku kerjakan. Mencoba berlapang dada dan melihat jauh ke depan. Karena hidup adalah ujian, setiap orang akan mengalami saat-saat sulit dalam kehidupannya. Karena hidup dibangun atas kesulitan dan bahaya.
dari semua aku akan belajar dari apa yang ku alami dan rasakan.
Harapan yang tersimpan dalam hati, Allah tak akan membiarkan kita begitu saja. Karena Allah menyatakan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Allah maha mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba_Nya.
Kadang kurasakan hidupku membosankan dan sempit. Ku coba me "refresh" semuanya. Karena setiap orang menginginkan berhasil dalam setiap usahanya. Dengan menahan rindu kepada keluarga, jauh dari mereka, membuatku semakin menikmati setiap detik perjuangan.
Dari sini aku bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik,ketika orang lain memiliki kesuksesannya masing-masing,kita juga harus menemukan apa yang mesti menjadi kesuksesan kita.
Berani mengumpulkan sukses-sukses kecil,lalu kita hargai,dokumentasikan dan petakan dengan baik, selanjutnya tetapkan kesuksesan berikutnya.
Mengembangkan pikiran untuk menggali manfaat dari apa yang telah kita lakukan baik bagi diri maupun orang lain. Lalu bayangkan betapa bahagia dan puasnya bila satu urusan telah selesai hingga bisa pindah ke urusan yang lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)






























